Tuesday, June 23, 2009

Kereta itu...

Petugas itu sibuk menghitung urutan gerbong yang berjalan.
Sambil berteriak "Gerbong Satu..", " Gerbong Dua...." diselingi dengan pertanyaan beberapa penumpang "Pak..Pak.. Gerbong 5 yang mana ya..? "
kemudian di jawab oleh pertugas itu "Gerbong 5 yang itu" sambil menunjuk kepada gerbong yang dimaksud.
Itulah episode yang akan selalu dialami oleh mereka yang menggunakan jasa kereta api bahkan kereta api yang katanya kelas "bisnis' dimana naiknya di stasiun 'paling' bagus di negeri ini yaitu stasiun Gambir ( Studi kasus Kereta Gumarang kelas bisnis Jurusan Gambir-Pasar Turi ).
Bagaimana mungkin dijaman Teknologi Informasi ini hanya untuk urusan nomer urut gerbong saja penumpang sampai bertanya dan masih membingungkan karena memang bentuk gerbongnya sama dan tidak ada penanda apapun yang mengindikasikan mana gerbong satu, dua dan seterusnya.
Mengapa tidak dibuat penanda nomer yang fleksible dalam arti bisa diubah-ubah disesuaikan dengan urutannya karena memang jika ada salah satu gerbong yang rusak harus dilepas dari rangkaiannya kemudian diganti dengan gerbong yang masih layak pakai.
Bagi anak2 informatika dan elektronika tentunya akan mengusulkan untuk dibuat Seven Segmen Led System. Dimana bukan suatu hal yang sulit bahkan sangat mudah untuk membuat seven segmen led system yang bisa menyala ukuran gede misalnya 30cm X 20 cm yang bisa diatur angkanya dan ditempelkan pada setiap gerbong sehingga fleksible untuk merubahnya disesuaikan dengan urutan gerbongnya pada saat beroperasi.
Pernah juga saya pribadi mengalami dan melihat dengan mata kepala sendiri terjadi keributan hanya gara2 salah masuk gerbong sehingga mengakibatkan cros nomer tempat duduk.
Karena kondisi gerbong yang sudah penuh bahkan tidak bisa gergerak tentunya akan sangat mengganggu dan susah bila harus berjalan.
Namun sekali lagi saya hanyalah penumpang yang hanya berhak untuk membayar tidak berhak untuk 'memiliki' bahkan untuk mencintai apalagi mengkritisi. Ah udah lah .. takut gw :P~

Friday, May 15, 2009

Cita-citaku...

Bukan seorang anak kalau tidak ditanya tentang sebuah cita-cita bahwa dia akan menjadi apa kelak. "Nang.. kowe ki sok gede arep dadi opo to... nang..." ya begitu biasanya mereka orang tua bertanya pada anak-anaknya.
Ada berbagai varian dari respon yang dihasilkan oleh jawaban spontan. Ada yang menjawab "Aku sesuk pengen dadi "tentara........!!" ada juga yang menjawab... "Aku pengen dadi "Dokter...!!!" dan sebagainya... tentunya sesuai dengan selera masing-masing - Baca : Sak Enake Dewe - yaa namanya juga anak-anak.
Lalu bagaimana denganku waktu itu ? setelah saya perhatikan dan kuingat-ingat ketika kecil ternyata cita2ku berubah-ubah.. menurut tempat yang baru saja dikunjungi. Kalau saya baru saja lewat Akmil maka cita2ku pengen jadi tentara ;).
Ketika aku berada di rumah sakit maka cita2ku pengen jadi Dokter ;). Ketika aku duduk di depan TV maka aku pengen jadi Pembaca Dunia Dalam Berita TVRI ;). Ketika melihat pesawat terbang maka cita2ku berubah menjadi Pilot ;). Ketika melihat bapak dan ibu memakai seragam KORPRI waktu itu maka cita2nya pengen jadi kayak ibu.
Ketika diajak bapak dan ibu ke sebuah bank maka cita2ku berubah lagi pengen menjadi pegawai bank. ;)... maklum anak-anak.

Kalau di lihat dalam perspektif sekarang ternyata mudah menebaknya.. "Masih suka melihat sesuatu dari sisi yang enak-enaknya saja" ;). Nha sekarang ternyata cita-citanya sederhana saja.. "Pengen punya koleksi Buku2 yang bagus2 buat dibaca sekarang kalau sempat atau di simpan di lemari buku buat dibaca kelak di hari tua" Insya Allah.

Wednesday, January 14, 2009

SOLARIS Explorer

Pada Solaris ada sebuah tools yang sangat berguna untuk keperluan investigasi kalau terjadi sesuatu pada mesin tersebut. Tool tersebut bernama SUNWexplo. Untuk menjalankan tool tersebut kita hanya perlu satu baris command.

root@solaris> /opt/SUNWexplo/bin/explorer

Command tersebut akan menghasilkan file terkompresi berbentuk *.tar.gz di
/opt/SUNWexplo/output.

root@solaris>pwd
/opt/SUNWexplo/output


root@solaris>ls
explorer.83030a76.solaris-2009.81.14.11.54.tar.gz

Nah simple kan.. selamat mencoba

Tuesday, November 18, 2008

Pesta menjelang pergantian tahun

Menjelang tahun baru 2009 sepertinya enak nulis kayak gini.........


Alkisah ada seorang manajer diperusahaan multinasional yang menolak menghadiri jamuan makan malam yang diadakan oleh perusahaan tempat dia bekerja dalam rangka memperingati malam pergantian tahun. Selidik punya selidik ternyata dia mempunyai alasan tersendiri yaitu bahwa ada makanan yang lebih lezat di rumahnya.

Dan karena hari ini adalah hari pertama anaknya yang berumur tiga tahun membuat kue pertamanya dan menunggu ayahnya pulang kantor untuk sekedar mencicipinya.


Hidup tidak ubahnya seorang badut yang melempar bola-bola keudara dan mengusahakan agar bola-bola tersebut tidak ada satupun yang jatuh.
Bola-bola tersebut adalah : Pekerjaan, teman, kekayaan dan keluarga. Seandainya bola tersebut ada yang jatuh maka bola tersebut bisa saja melambung lagi oleh sebab dia terbuat dari karet, namun sayang hal demikian tidak terjadi dengan bola yang bernama keluarga karena terbuat dari kaca.




Monday, November 17, 2008

Nulis lagi ..................

Setelah lama banget gak nulis akhirnya tak paksain nulis deh

Sekarang nulis yg ada hubunganya sama Linux. Sebenernya gak penting tulisan ini. Tapi buat aku apa saja penting kok... maklum aku orang yg gak bisa bedain mana yg penting dan mana yang tidak penting ;).... toh Tuhan menciptakan Kecoak / Corro ( bhs. Jawa ) pasti ada alasan yang penting ... tahu kan maksudnyah..


Start...

Bagi pengguna Ubuntu ( dalam hal ini saya pake Ubuntu Gutsy ) linux pasti familiar dengan apt-get dan uptitude. Klo koneksi langsung mah no comment deh. Klo koneksi di belakang proxy banyak banget tutorialnya... dengan berbagai macam cara. Klo caraku begini.

Edit file source.list di /etc/apt/source.list menjadi seperti dibawah ini.

### sources.list.komo
### Repository dengan menggunakan server mirror komo.vlsm.org
### Untuk rilis lain selain gutsy silakan ganti semua kata gutsy
### dengan misalnya dapper atau feisty dsb

## REPOSITORY UTAMA
deb http://komo.vlsm.org/ubuntu gutsy main restricted universe multiverse
deb-src http://komo.vlsm.org/ubuntu/ gutsy main restricted universe multiverse

## INI UNTUK MAJOR BUG FIX UPDATES
deb http://komo.vlsm.org/ubuntu gutsy-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://komo.vlsm.org/ubuntu gutsy-updates main restricted universe multiverse

## INI UNTUK UBUNTU SECURITY UPDATES
deb http://komo.vlsm.org/ubuntu gutsy-security main restricted universe multiverse
deb http://archive.ubuntu.com/ubuntu/ gutsy multiverse
deb-src http://komo.vlsm.org/ubuntu gutsy-security main restricted universe multiverse


Terus edit .bashrc di account root.

tambahkan entry seperti di bawah ini..

export http_proxy="http://proxy:port"
export ftp_proxy="http://proxy:port"



Tambahkan hostname proxy lengkap dengan ip-nya di /etc/hosts

/etc/hosts

proxy 10.*.*.* ( Sesuaikan dengan proxy anda )


Test.........

root@corona:~# apt-get update
Get:1 http://komo.vlsm.org gutsy Release.gpg [191B]
Ign http://komo.vlsm.org gutsy/main Translation-en_US
Get:2 http://archive.ubuntu.com gutsy Release.gpg [191B]
Ign http://archive.ubuntu.com gutsy/multiverse Translation-en_US
Ign http://komo.vlsm.org gutsy/restricted Translation-en_US
Get:3 http://archive.ubuntu.com gutsy Release [65.9kB]
Ign http://komo.vlsm.org gutsy/universe Translation-en_US



Oke... udah gitu aja...



Thursday, August 28, 2008

Perbedaan RSC dan SC

Pada prinsipnya keduanya berfungsi sama. RSC berupa card tambahan yang di pasang pada slot PCI sebuah mesin SUN.
Sedangkan SC udah on-Board pada mesin-mesin tertentu SUN FIRE.

RSC
----------------
Pada RSC prompnya seperti ini
RSC>
RSC>break
RSC>console <--- kalau mau akses ' {0} ok ' Prompt

SC
----------------
SC>
SC>break
SC>console -f <-- kalau mau akses ' {0} ok ' Prompt

Namun pada eeprom harus di setting dulu supaya bisa masuk

input-device=rsc-console
output-device=rsc-console

Di lapangan akan sangat berguna sekali ketika menemukan masalah.

Regards....

Monday, May 19, 2008

Jum'atan Training

Khotbah Jum'at di Ground Parking Metropolitan II Jakarta Jum'at 16 Mei 2008.

Kebetulan saya tidak tahu nama khotibnya :) .
Intinya adalah bahwa segala perbuatan kita akan di pertanggung jawabkan oleh diri kita masing2.
Dan sungguh Tuhan maha meliat apa yang kita perbuat. Baik yang masih dalam hati maupun yang sudah kita perbuat secara fisik.
Bahwa hakekat kehidupan adalah menunggu daftar jemput malaikat maut. ( nah.. makanya manfaatkan waktu hidupmu dengan sebaik-baiknya, jangan suka menyakiti orang laen).
Bahwa akan ada dua kehidupan lagi yaitu kehidupan alam Barzah dan kehidupan alam akhirat ( Kehidupan yang tidak ada ujung pangkalnya atau Borderless Live <-- bener gak ? )


Dan terakhir tentu saja ini sebagai bukti bahwa saya tidak tidur waktu khatib khutbah hehehe... :)